Jumat, 28 November 2008

Love



Aku hanya ingin katakan bahwa aku mencintaimu..mencintai kalian semua dengan caraku...
Aku akui, kesetiaanku masih perlu dipertanyakan lagi...
Aku masih belum mampu mencintai kalian karena Robbku..karenanya, izinkan aku menjadi aku yang kan temukan cinta sejatiku...

Senin, 20 Oktober 2008

suatu hari...

Entah kapan dan dimana...

Ku yakin kau akan datang untukku...
Meski Tuhanku tlah menjanjikan akan kehadiranmu, namun jika kau datang setelah izrail..mungkin memang kita tak akan pernah bertemu..

Aku hanyalah sepotong rusuk yang patah dari tulangmu..aku adalah bagian dari dirimu yang hilang.. yang akan kau cari atau justru kau buang...

Dan kau kini masih menghilang... hanya tersisa bayang kelam tanpa tahu nama maupun keberadaan..

Kau...
Seorang yang akan dikirimNya untuk menjadi imam untukku...

Minggu, 15 Juni 2008

New Days...

Tanpa suara, inginku mengatakan isi hatiku...
Kusimpan rasa di hatiku untukmu, jangan pernah tanyakan jawabku karena aku takkan menjawab tiap tanyamu... Lelah diriku meyakinkan batinku sendiri, aku tak ingin lagi meyakinkanmu...
Sempat kulepaskan dirimu, entah bagaimana engkau di sana...
dan ku memilihmu, bukan karena wujudmu... karena kitapun menyayangi dalam batas ruang dan waktu...

Selasa, 29 April 2008


Tersadar di dalam sepiku
Setelah jauh melangkah
Cahaya kasihmu menuntunku
Kembali dalam dekap tanganmu

Terimakasih cinta untuk segalanya
Kau berikan lagi kesempatan itu
Tak akan terulang lagi semua
Kesalahanku yang telah menyakitimu

Tanpamu tiada berarti
Tak mampu lagi berdiri
Cahaya kasihmu menuntunku
Kembali dalam dekap tanganmu

Curahan hati seorang pemimpi yang terus mengharap hadirnya seseorang...
Maafkan diriku jika sempat menduakanmu di hatiku...
Namun tetap saja aku menyimpan satu rasa untukmu, cinta

Karena kau yang pertama mengungkap cinta dengan lisan...
Kau yang pertama merangkai rasa dengan sekuntum bunga...
Kau yang membuatku terlelap dengan sejuta impian...
Kau yang buat ku menangis, dan kau pula yang menghentikan aliran airmata...

Kaulah yang pertama di hatiku... kau... hanya kau...

Tanpa ku tahu di mana kau berada...
Kau cinta yang meraja dalam hatiku, dengan batas jarak dan waktu...

Jumat, 04 April 2008

Memories of Love




Teruntuk seorang kawan,


Sejak engkau mendua, entah apa yang ku rasakan…

Memendam perih, menyimpan luka…

Sampai pada saat ini, aku memulihkan rasa di hatiku…

Baru aku bisa… bisa bicara…

Demi aku yang pernah ada di hatimu, pergi saja dengan kekasihmu yang baru…

Dan aku yang terluka oleh hatimu, mencoba mengobati perihku sendiri…

Aku yakin bisa… aku bisa tanpamu…

Lirik ini telah bertahun lalu kulantunkan, entah mengapa baru hari ini aku mampu menunjukkan rasa ini di hadapanmu…meskipun hanya dalam canda. Aku merelakan kepergianmu, aku tak pernah lagi mengizinkan rasa ini tumbuh… karena rasa ini telah pergi ketika kejujuran terkuak dari dasar hati.

“Dulu aku pernah menyimpan rasa untukmu, sayangnya aku tak pernah punya nyali untuk mengungkapnya di hadapmu… dan aku bersyukur tak pernah lakukan itu, karena aku tahu siapa diriku.”

Saat ini telah hadir seorang di hati kita, kau dengannya dan aku dengan yang lain. Tak ada alasan kita untuk membenci, karena aku masih tetap ingin jadikanmu sahabat… entah kau inginkan juga atau tidak.

Semoga yang terbaik kan kita raih kelak. Kemarin, hari ini dan esok… hanya ada satu rasa untukmu…CINTA, cinta seorang kawan untuk saudaranya.

Vol II

Akan tiba masanya, rasa ini terkuak ke permukaan…

Seorang yang ku cinta menghilang dari pandangan dan ia kembali ketika tiada lagi rasa untuknya. Rasa ini memudar, terurai menjadi serpihan penyesalan

Iapun benar-benar hadir, memberi harapan baru yang takkan pernah lagi ku tumbuhkan…

Aku termangu, aku berkisah dalam kubangan masa lalu. Ketika sosoknya meraja di hati… rasanya jiwa ini berada jauh di seberang pulau antah berantah, takkan mampu aku memandangnya hanya sekedar katakan salam. Kini semua berbeda, angin perubahan membalik tiap apa yang terjadi..



Satu harap yang masih kusuratkan dalam hatiku... kawan, semoga kau selalu mengingatku... entah sebagai sahabatmu ataukah jalan lain yang dipilihkanNya.

Sabtu, 08 Maret 2008

special to ORANG ASING


Semoga keselamatan dan rahmat Allah senantiasa terlimpah untukmu,


Apa kabar orang asing?

Saat ini kita terpisahkan oleh jarak dan waktu, entah kapan ini akan berakhir...

Bagaimana aku harus memanggil namamu... apa kita pernah bertemu sebelumnya? ataukah engkau benar-benar orang asing bagiku?

Orang asing..

Terkadang aku berharap agar aku segera bertemu denganmu, namun segera kuurungkan karena aku belum siap menjumpaimu...


Ku berharap kau adalah yang paling "sempurna",

selalu ada senyum dalam lengkung bibirmu...

selalu hadir ketegasan dalam kasihsayangmu...

dan kaulah pemimpim keluargaku...



Apakah harapku terlalu berlebihan??? Apakah aku seorang pemimpi sejati???

Semoga aku akan teguh di sini, karena rasa jemu hampir-hampir membunuhku...

Lihatlah betapa sulitnya ku menjaga hati ini di tengah lalu-lalang kafilah pencuri hati...

Semoga nanti aku akan mencintaimu sepenuh hatiku, semoga Allah ridho terhadap kita...

ya, nanti ketika Allah telah mempertemukan kita... menjadikan kita kekasih yang selalu bersama, di dunia hingga akhirat nanti.



Sampai jumpa di hari yang telah ditetapkanNya...

Semoga kita adalah pasangan yang paling dirahmatiNya...amiin, yaa Robbal'alamin...

Jumat, 07 Maret 2008

AQIDAH


Ada sebuah kisah yang dapat membuka mata kita betapa pentingnya AQIDAH.


Ada seorang Syaikh menulis buku tentang keutamaan tauhid kemudian mengajarkan kepada para santrinya secara berulang-ulang.

Suatu hari muridnya mengusulkan, “Wahai Syaikh, kami ingin mendapatkan materi baru, tentang kisah atau sejarah.”

Akan saya pertimbangkan, Insya’Allah.”


Pagi harinya syaikh itu datang dengan wajah muram, kelihatan sedih dan termenung. Para santri bertanya kepada beliau tentang gerangan apakah yang menyebabkan syaikh berduka. Beliau menjawab, ”Saya mendengar ada seorang laki-laki di tetangga desa membangun rumah baru, karena takut gangguan jin maka ia menyembelih seekor ayam jantan di depan pintu sebagai sesaji, meminta restu kepada jin penunggu. Saya telah mengirim utusan untuk mengecek kebenaran berita itu.”

Tak ada ekspresi apapun dari para santri mendengar penuturan Syaikhnya. Ada yang mendoakan hidayah bgi laki-laki itu, selebihnya mereka diam.


Esok harinya, Syaikh mengabarkan kepada para santrinya, “Setelah dicek, ternyata kabar yang kemarin tidak valid, tapi ada kejadian lain di sana. Bukan seorang yang menyenbelih untuk sesaji tapi seorang laki-laki yang berzina dengan ibunya.”

Sontak seluruh santri geram, berbagai kecaman, kutukan dan cacian keluar dari lisan para santri. “ Dia harus dinasehati, harus dihajar, harus dihukum, kalau perlu dirajam..!!!”

Sang Syaikh terkejut dengan reaksi para santrinya. Beliau berkata, “Alangkah anehnya kalian ini, demikian hebat reasi kalian terhadap pelaku dosa besar yang tidak menyebabkan pelakunya kelaur dari Islam tapi kalian justru tidak bereaksi terhadap orang yang terjerumus ke dalam syirik, padahal itu menyebabkan ia keluar dari Islam. Sekarang ambil kembali buku Tauhid, kita pelajari dari awal!!!”


Jangan-jangan kondisi kita jauh lebih parah dari kisah tadi???

Jangan-jangan kita menganggap sesaji sebagai hal yang biasa bahkan sebagai tradisi luhur???

Kok bisa, kesyirikan semacam ini lestari di negeri ini?? Padahal katanya mayoritas penduduknya muslim???


Target terakhir godaan setan bagi manusia adalah KEKAFIRAN!!Termasuk juga di dalamnya kesyirikan yang menjadikan manusia keluar dari Islam.

Banyak muslim yang ga sadar dengan hadirnya kesyirikan di sekitar mereka karena seringnya disuapi kebiasaan syirik. Ga usah jauh-jauh, kalian yang pernah nonton TV pasti tahu sinetron dengan judul “MISTERI ILAHI”. Kalau dilihat dari judulnya, harusnya tayangan ini mengajarkan penonton dengan aqidah yang benar...eh ternyata isinya??? Kita malah disuguhi cerita orang-orang yang punya partner siluman!!! Apalagi penontonnya ga cuma ibu-ibu yang doyan nonton sinetron, anak-anak sampe nenek-nenek yang jadi “langganan setia” tayangan ini, bisa dibayangkan gimana generasi penerus


Karena udah jadi konsumsi sehari-hari (sampai 3x sehari), bisa-bisa kita ikut menganggapnya sebagai hal yang biasa. Maklum aja kalau syariat menentang keras kesyirikan, inget ga (tahu ga)... Sabda Rasulullah SAW: “Barangsiapa berkumpul dengan orang musrik dan tinggal bersamanya, maka dia serupa dengannya” HR. Abu Dawud


Tragis banget!! Mungkin ini juga salah satu penyebab hancurnya moral bangsa ini. Kok bisa???ya iya-lah because AQIDAH adalah dasar dari agama ISLAM. Gimana bisa orang-orang berbuat sesuai tuntunan ISLAM yang menjadi rahmatan lil’alamin kalau aqidahnya bengkok?? Rasulullah aja khusus mengajarkan aqidah di Makkah sampai 13 tahun...so bisa dibayangin kan, betapa pentingnya aqidah??

Katakanlah kalau kita buat rumah, otomatis pondasi yang dibuat paling pertama&utama. Baru bisa buat tembok, atap, pagar deesbe. Kalau pondasinya aja udah ancur, gimana rumahnya??? Bisa-bisa penghuni rumah tertimpa matrial rumahnya sendiri.


Ga jauh beda dengan ISLAM, kita dianggap masuk ISLAM alias jadi muslim or muslimah kalau udah mengucapkan 2 kalimat syahadat. So pondasi ISLAM dimulai dari sini!!! Ketika kita mengucapkan Asyhadu an la illaha illallah wa asyhadu anna Muhammadan Rosulullah its means...

Kita punya kewajiban buat menjadikan ALLAH CINTA PERTAMA sekaligus TERAKHIR dan TERTINGGI...pokoke ga boleh diduakan!! Dan jangan lupa satu lagi... Rasulullah Muhammad SAW sebagai Rasul terakhir yang wajib di-iman-i dan menjalankan syariat yang dibawa Beliau tanpa menambah atau mengurangi.


Udah banyak orang yang ngaku Islam tapi ga menjalankan syariat ISLAM secara benar... (biasa bergelar ISLAM KTP, jangan jangan KTPnya doank yang masuk surga???) masa’ kita mau ikut-ikutan dengan golongan ini??? naudzubillahi min dzalik...

Masa’ muslim masih percaya takhayul?? Masa’ muslim suka nyadran ke makam??


Ayo dong pren... saudara-saudariku sesama Muslim, TUNJUKKAN KEISLAMAN-MU!!! Janji Allah akan tiba, so terus berjuang...!!

Seorang mukmin sejati tidak akan berhenti berjuang kecuali telah menapakkan kakinya di surgaNya!! Allah yubarik fiik...................


Jazakumullah,

[Hiya Dzakiyyatun Bidu’ain]